https://1.bp.blogspot.com/-Y3NRh5stvdQ/WAPbG8uYEsI/AAAAAAAABK4/dlF3txAcpqUL3DXoPKhTKMFwGkNHXcHtQCLcB/s72-c/COMEDY.jpg

Comedy Camp - sukses berawal dari iseng

Berawal dari ngomongin masta, mapaba, dan LK sambil bernostalgia bagaimana paitnya diisengin senior sampe serunya ngisengin junior. Roman...
Berawal dari ngomongin masta, mapaba, dan LK sambil bernostalgia bagaimana paitnya diisengin senior sampe serunya ngisengin junior. Romantisme masa lalu ketika masih menjabat di organisasi extra kampus.

Pait manis semuanya terasa lucu ketika diceritakan kembali bersama kawan yang juga pernah merasakan hal yang sama. Dari sana muncul rasa ingin mengulang apa yang pernah terjadi, kemudian keluarlah celetukan “kayaknya seru deh kalo Stand up UIN bikin makrab (malam keakraban) yang kemudian ditanggapi serius.

Setelah beberapa lama ngomongin nama yang cocok buat makrab, awalnya kami sepakat buat ngasih nama “jalan-jalan bareng Stand Up UIN” tapi  kemudian diganti jadi “comedy camp” supaya terkesan lebih outdoor.

Alasan pertama comedy camp bisa bener-bener terlaksana adalah karna kami (beberapa anak stand up uin yang udah senior di kampus) pengen mengulangi rasa serunya isengin junior kaya dulu hahahahaha.

“bikin makrab lah” ucap gua di tengah obrolan “biar bisa iseng, nakut-nakutin orang pas jurit malam” tambah gua yang direspon tawa kawan-kawan.

Tapi, kemudian ini bener-bener bisa terlaksana adalah karna alasan yang lebih penting, yaitu kaderisasi, karna sebelumnya kami juga ngobrolin tentang IMM, PMII, HMI, bagaimana dulu kami mencari kader untuk organisasi extra kampus.

Dulu, stand up UIN Cuma ber-empat (yang aktif), kalo lagi open mic penontonnya Cuma satu, karna yang satu tampil, dan yang dua jadi MC, yang nonton? Ya sisanya, paling ditambah kasirnya. Tapi, ya tetep aja kita lanjutin. Setelah itu, gua dan temen-temen mikir gimana caranya biar open mic bisa rame.

“open mic gimana ya caranya biar bisa rame?” Tanya gua ke tiga lainnya
“gimana ya?” jawab salah satu, dengan pertanyaan lagi.

Pertanyan yang dijawab pertanyaan ini terus berulang sampe neil amstrong kelar berak di bulan. Setelah neil amstrong beneran kelar berak, akhirnya ada ide yang keluar, yaitu masuk ke semua fakultas untuk mengenalkan Stand Up UIN ke mahasiswa baru (ditambah, untuk promosi SUN 1 UIN) yang kemudian dinamai #silaTOURahmi.

                Cara itu cukup efektif, terbukti dengan suksesnya SUN1UIN. Tapi, ternyata open mic tetep aja sepi, dan anggotanya Cuma nambah satu. Namun, tiap tahunnya #silaTOURahmi dan SUN terus kita laksanain seakan-akan jadi proker tak tertulis. Usaha tak kan pernah berbohong, anggota Stand UP UIN pun sedikit demi sedikit bertambah.

                Sekarang anggota stand up uin yang aktif ada sekitar 15 orang, lumayan banyak lah dibanding 4 orang, seenggaknya ada 12 orang yang nonton pas open mic. 15 orang masih dirasa sedikit karna setiap tahunnya kami pasti mencari panitia tambahan untuk bikin SUN.

                Dari situ lah, niat untuk bikin comedy camp bener-bener muncul, untuk kepentingan kaderisasi dan yang terpenting adalah biar bisa iseng hahahahaha. Dengan menggunakan konsep kaderisasi organ extra (kebetulan kebanyakan dari 15 orang itu aktifis kampus) kami merumuskan konsep comedy camp.

                Konsep pelatihan yang juga menyenangkan. Setelah berhari-hari bikin konsepnya akhirnya kelar dan mulai promosi. Nggak disangka, baru 10 hari setelah promo, jumlah pendaftar langsung mencapai angka maksimal, yaitu 100.
               
                Sayangnya kebanyakan yang daftar itu dari luar UIN yang akhirnya masuk waiting list karna kami ngadain acara ini buat anak UIN supaya Stand Up UIN anggotanya bisa rame. Sekitar h-10 pendaftar dari UIN tetap di bawa target kami (80 orang). Tapi nggak apa-apa, yang penting kuota penuh dan bisa iseng hahahaha.

                14,15,16 Oktober comedy camp terlaksana dengan sukses. Dimulai dengan gua ngisi materi public speaking di jumat malam, kemudian dilanjut Sabtu dengan materi menggali premis (Rigen), Set up Punchline dan Teknik Stand Up Comedy (fajar nugra), absurd (Indra Frimawan), presenter dan penyiaran (Adit Nganga).

Di setiap selingan pergantian materi, peserta dibagi 10 kelompok dan didampingi 1 mentor untuk membantu membuat materi yang akan ditampilkan di panggung Stand Up Show Sabtu malam, dan diakhir sharing seputar Stand Up Comedy bersama Awwe.

                Alhamdulillah acara Comedy Camp berjalan dengan sangat baik, terimakasih banyak teman-teman peserta yang sudah mengikuti acara dan bayar 100rebu, dan terimakasih sebesar-besarnya buat kawan-kawan, Fico, Rigen, Indra, Aci Resti, Adit Nganga, Alphi, Pandu, Erwin, Awwe, Widi (maaf kalo ada yang nggak kesebut yak). Terimakasih telah membantu mensukseskan acara.

Akhirul kalam


SAMPAI JUMPA DI COMEDY CAMP 2 TAHUN DEPAN

1 comment: